Home > Research > Mempublikasikan artikel pada jurnal internasional (Bagian 1)

Mempublikasikan artikel pada jurnal internasional (Bagian 1)

March 4th, 2016

Ada banyak pertanyaan, baik dari dosen atau mahasiswa, bagaimana cara men-submit atau mempublikasikan artikel untuk jurnal internasional? Jawaban atas pertanyaan ini sebenarnya panjaaang, hehehee…

Mengapa begitu? Karena, publikasi ilmiah merupakan bagian dari rangkaian panjang proses penelitian. Maksud publikasi artikel sebenarnya adalah untuk mendiseminasikan hasil penelitian kita, agar hasil penelitian yang sudah dilaksanakan sesuai dengan kaidah ilmiah tersebut mendapatkan pengakuan dan kritikan dari khalayak akademisi. Jika publikasi tersebut ada di tingkat internasional, maka pengakuan dan komentar yang diharapkan adalah berasal dari berbagai negara. Demikian pula, jika publikasi bersifat nasional, tanggapan dan pengakuan yang diharapkan peneliti adalah dari masyarakat akademik di Indonesia. Oleh karenanya, jika suatu artikel terpublikasi pada jurnal internasional bereputasi, atau terindeks Scopus atau Thomson-Reuters, menunjukkan bahwa artikel tersebut sudah layak dijadikan sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya di tingkat internasional, yang berminat pada topik yang relevan. Temuan yang disajikan dalam artikel tersebut secara internasional layak diakui dapat memberikan kontribusi terhadap teori tertentu, yaitu telah mengisi empirical atau theoretical gap atas kemampuan suatu teori untuk menjelaskan suatuĀ fenomena riil.

Nah, dengan begitu, saya harap Anda mendapatkan ilustrasi bahwa prasyarat mutlak untuk dapat mempublikasikan artikel pada jurnal internasional ya berarti dengan melakukan penelitian sesuai dengan kaidah ilmiah yang baku. Dengan modal artikel yang bermutu, paling tidak Anda sudah boleh memiliki kepercayaan diri untuk men-submit artikel Anda pada jurnal internasional yang bereputasi sekalipun. Anda akan merasa bahwa hasil temuan riset Anda layak untuk dibaca dan digunakan sebagai referensi peneliti selanjutnya.

Jika hasil riset yang layak telah ada di tangan, tahap selanjutnya adalah membenahi bahasa danĀ format penulisan. Namanya saja jurnal internasional, bahasa yang digunakan ya bahasa internasional. Saat ini ada enam (6) bahasa yang secara internasional diakui oleh Persatuan Bangsa-bangsa, yaitu bahasa Arab, China, Rusia, Perancis, Spanyol, dan Inggris. Sayangnya bahasa Indonesia belum diakui secara internasional, meskipun jumlah penduduk Indonesia sebagai pengguna utama bahasa Indonesia (first language) berjuta-juta..hehehee

Umumnya jurnal internasional yang diacu masyarakat Indonesia menggunakan bahasa Inggris. Anda barangkali membutuhkan rekan yang memahami konteks riset Anda untuk memberikan saran tone Bahasa Inggris yang Anda gunakan dalam penulisan artikel. Jika dana publikasi Anda cukup, Anda bisa menggunakan fasilitas yang disediakan oleh jurnal yang Anda pilih untuk memperbaiki tata tulis Bahasa Inggris Anda. Berikut contoh syarat penggunaan bahasa di salah satu jurnal internasional bereputasi:

Please write your text in good English (American or British usage is accepted, but not a mixture of these). Authors who feel their English language manuscript may require editing to eliminate possible grammatical or spelling errors and to conform to correct scientific English may wish to use the English Language Editing service available from Elsevier’s WebShop (http://webshop.elsevier.com/languageediting/) or visit our customer support site (http://support.elsevier.com) for more information.

Terkait format tulisan, Anda perlu mengenali gaya selingkung yang biasa digunakan dalam jurnal tersebut. Untuk mengenali gaya tersebut, Anda perlu masuk ke website jurnal yang Anda tuju, cari dan baca petunjuk penulisan bagi penulis. Untuk lebih jelas, Anda bisa download salah satu artikel yang dipublikasikan di jurnal tersebut kemudian kenali gaya selingkungnya.

Oh ya, memilih ke jurnal mana Anda akan mempublikasikan karya ilmiah Anda juga memerlukan trik. Adalah suatu keharusan untuk memilih jurnal yang sesuai dengan topik riset Anda. Mengapa? Karena setiap jurnal umumnya sudah memiliki dan menyasar pangsa pembaca mayoritas. Jika Anda memilih jurnal yang tidak relevan dengan tema dasar jurnal, besar kemungkinan submission Anda akan ditolak.

…tarik napas dulu…berlanjut yaa..

Categories: Research Tags:
Comments are closed.